KONFERENSI PERS: Tampak, Kepala BPS Kabupaten Banggai saat memimpin jalanya agenda kegiatan konferensi pers di Kantor BPS di Jalan S Parman, Luwuk, Senin (2/3/2020). (Foto: ISTIMEWA)
LUWUK-BANGGAINEWS.COM. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai menggelar konferensi pers di Kantor BPS yang berada di Jalan S parman No 27, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Senin (2/3/2020).
Saat itu, Kepala BPS Banggai, Muhammad Said mengatakan, dari 90 kabupaten atau kota yang menjadi daerah pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional. Sebanyak 73 kota mengalami inflasi, dan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sintang sebesar 1,21 persen, dan inflasi terendah sebesar 0,02 persen di Kota Pare-Pare.
“Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga secara umum, dan terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Dan selama bulan Februari 2020, Kota Luwuk mengalami inflasi 0,06 persen. Yang andil mempengaruhi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau, serta kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0.09 persen, dan seterusnya,” katanya.
Kemudian, Muhammad Said menjelaskan, selama Februari 2020, Kota Luwuk mengalami inflasi sebesar 0,06 persen yang dipengaruhi oleh naiknya IHK yang terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 1,21 persen, diikuti kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran 1,14 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,13 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,29 persen, dan seterusnya.
Selain itu, ditambahkan bahwa pada periode yang sama, inflasi year on year atau tahun ke tahun Kota Luwuk mencapai 5,71 persen. Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 33,01 persen. Sedangkan kelompok kesehatan mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 2,72 persen.
Meski demikian, sambungnya, Kota Luwuk tidak termasuk kota yang mengalami inflasi tertinggi. Melainkan menempati urutan ke 16 inflasi tertinggi di kawasan Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Papua (Sulampau), dan urutan ke 71 secara nasional.
“Laju inflasi di Kota Luwuk bukan terpengaruh dengan belum berjalannya APBD Banggai. Dimana kalau sudah jalan APBD maka perputaran uangpun meningkat. Melainkan harga komoditas yang mempengaruhi inflasi, seperti bawang merah sebesar 0,17 persen, dan bawang putih sebesar 0,15 persen,” tandas Muhammad Said menjawab pertanyaan awak media.
Menyikapi perkembangan IHK yang merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur inflasi, masih kata dia, maka telah dibentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). "Dan iya benar, sebentar malam tim ada menggelar rapat koordinasi di Polabotan, Rumah Jabatan Bupati Banggai. Dan kebutulan saya juga diundang untuk menjadi narasumber. Dan nanti saya juga akan menjelaskan terkait hal ini. Sehingga, saya kira kawan-kawan awak media tak perlu lagi hadir karena sudah saya jelaskan melalui konferensi pers ini," tuturnya dihadapan para awak media yang hadir, Senin sore kemarin.*SOF









0 Comments:
Post a Comment