Friday, February 14, 2020

Netralitas Lembaga Survey di Pilkada Banggai Masih Disangsikan

Rahmad 

LUWUK-MOSIAMO-BLOG.COM. Jika sebelumnya pernyataan berbagai pihak, bahwa pada pesta demokrasi di Kabupaten Banggai tahun 2020 ini, petahana pasangan calon (Paslon) Bupati Herwin Yatim, dan Wakil Bupati (Wabup), Mustar Labolo (Win_Star), "Seng Ada Lawan". Dan juga rilis hasil survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang dilakukan pada Oktober 2019 kemarin, bahwa HY Matahari Tunggal di Pilkada Banggai. Ditanggapi salah satu akademisi Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML), Hasrat.

Kali ini giliran tanggapan dari salah satu akademisi Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, Rahmad. Dimana menurutnya, dalam kontestasi politik beberapa bulan kedepan, lembaga survey umumnya mendukung petahana. Dari Pemilihan Bupati tahun 2015, terlihat bahwa saat ini ada sekira 20 lembaga survey yang sejak 2004 memulai tradisi merilis hasil hitung cepat yang terpercaya.  Dan survey mereka sebelum Pemilu, paling tidak secara akademis bisa dipercaya, karena hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil resmi KPU.

Namun, dalam konteks politik di Kabupaten Banggai, tidak ada yang netral, dan ini merupakan salah satu isu yang harus dijawab oleh industri survey politik. "Meskipun sebagai orang luar saya percaya hasil survey mereka, tapi sangat jelas bahwa kebanyakan dari lembaga survey yang kredibel itu, dalam Pilkada kali ini dan juga Pilkada sebelumnya, mereka tidaklah netral," katanya kepada media ini, Kamis malam (13/2/2020).

Mereka yang bekerja di bidang industri survey politik, sambung Rahmad, sebaiknya menanggalkan pandangan politik pribadinya dari ruang publik seperti media sosial. sehingga, akan turut membantu menurunkan tensi ketegangan dalam kontes politik.

"Menurut saya, dua Pilkada terakhir, bukan sekadar kontes antara beberapa kandidat di mata para lembaga survey. Mereka melihatnya sebagai pertaruhan masa depan Kabupaten Banggai dimana Petahana merupakan kandidat yang polarising," katanya lagi.

Mungkin saja dalam konstelasi berbeda di tahun 2015, afiliasi politiknya tidak akan sekuat dan seemosional di Pilkada 2020. Sehingga, Rahmad berharap, lembaga survey juga dapat menarik diri dari sikap pemihakan mereka. Yang menarik dalam hasil Pilkada 2020 kita tidak lagi melihat hasil survey yang tidak jelas di layar kaca seperti terjadi di 2015, dan Petahana mengatakan hasil dari tim internalnya menyebutkan dialah sebagai pemenang.

Langkah berikutnya bagi lemabaga-lembaga di Kabupaten Banggai, ia menambahkan, adalah meningkatkan transparansi dari mana mereka mendapatkan pendanaan dalam setiap survey, sehingga publik mengetahui mereka ini bekerja untuk kepentingan siapa.

"Menurut saya, salah satu dampak negatif maraknya industri survey politik yaitu turut berkontribusi pada semakin mahalnya ongkos politik di Kabupaten Banggai, karena para kandidat akan dikenakan biaya yang tidak sedikit oleh lembaga survey," terang Rahmad.

Adapun sekaitan dengan wacana figur yang paling kuat menandingi petahana Win-Star, masih kata dia, adalah Amiruddin Tamoreka (AT) dan Furqanuddin Masulili (FM). "Bisa saya tambahkan untuk pasangan yang tidak kalah kuatnya untuk menandingi petahana, adalah Sofhian Mile (SM) dan Anti Murad (AM). Semoga duet pasangan ini bisa terjadi," tutupnya.*FY
Share:

0 Comments:

Post a Comment

Recent Posts

AD BANNER

Archive

Definition List

ads

Unordered List

Support